11 Mengenal Dunia Baru yang Gemilang Karya Aldous Huxley
Sastra dan seni dikebiri, peredaran musik dibatasi, agama tak dikenalkan lagi, dan suara-suara dibungkam dengan dalih menjaga kestabilan negeri.Meski terdengar familiar, kami tidak sedang membicarakan kondisi negara tercinta kita. Yang kami perbincangkan pada episode kali ini adalah isi dari novel Brave New World (Dunia Baru yang Gemilang) karya Aldous Huxley. Dengan latar distopia, di sini kita seperti diajak bercermin bagaimana jadinya jika kita hidup di bawah bayang-bayang pemerintahan totaliter.Bisa traktir kami es krim juga di sini: https://trakteer.id/selepasjamkerja
10 What We Talk About When We Talk About Work
Apa yang terlintas di kepalamu saat mendengar kata "kerja"?Tiap orang pasti mempunyai jawaban yang berbeda—dari creative deck ke tim yang ngehek, atau dari gajian ke atasan yang enggak sabaran. Pada episode kali ini, kami ingin berbagi cerita tentang bagaimana kami menjalani hari-hari sebagai pekerja yang sudah malang melintang melewati lika-liku drama perkantoran selama lebih dari satu dekade. Meski, ya, masih begini-begini saja adanya, tetapi kami berharap apa yang kami sampaikan ini bisa beresonansi denganmu—menyentuh sekaligus memeluk segala resah karena payah. Selamat mendengarkan dan mari kita tertawakan segala kegilaan ini bersama.
09 Aku, Kamu, dan Cerita-Cerita Tempo Lalu
Telepon umum, semangkuk es serut, atau sekadar acara kartun hari Minggu pagi, meski terdengar sederhana tetapi semuanya menyimpan banyak memori menyenangkan saat anak-anak manusia masih bisa merayakan sebaik-baiknya waktu yang mereka punyai di genggamannya.Pada episode ini kami berbagi banyak hal menyenangkan dan yang menjadi favorit kami. Mungkin kamu akan menemukan kesamaan, tapi kami yakin, kamu juga mempunyai hal-hal menakjubkan yang pada akhirnya bisa membuatmu seluar biasa saat ini.Selamat mendengarkan dan bernostalgia bersama~
08 Menghidupkan Siniar yang Telah Mati Suri Bersama Walid
Ah, dua tahun empat bulan bukanlah waktu yang sebentar. Untuk kemudian suatu hal ditinggalkan atau dilupakan bukanlah sebuah ketidakmungkinan.Namun, di sinilah kami sekarang ... menyapamu kembali melalui episode siniar terbaru kami bersama Walid—seorang sosok karismatik dengan segala tipu dayanya.Episode ini mungkin akan terdengar sedikit "raw" atau "berantakan", tak seperti episode-episode sebelumnya. Tapi biarlah, bukankah melalui ketidaksempurnaan kita diberikan ruang bermain seluas-luasnya untuk senantiasa bertumbuh?Dari teori kontrol koersif, grooming, hingga distorsi religius, akan menjadi teman diskusi kita di episode ini.Selamat mendengarkan.Mari Terhubung: Instagram | Youtube
07 Every Our First Little Thing Called Love
Kami membicarakan tentang kenangan semasa kecil terutama saat-saat di mana kami pertama kali mengenal cinta. Norak, memalukan, menyenangkan, dan semua yang kami lakukan dan rasakan saat itu diceritakan dengan sederhana di episode kali ini.