Nats Alkitab : Efesus 5:8-10
Penulis : Pdt. Faoziduhu Lahagu
Saya pernah membuat sebuah postingan di media sosial saya (TikTok) tentang bagaimana Tuhan Yesus telah menanggung dosa-dosa kita. Banyak orang yang bukan Kristen memberikan komentar pada postingan tersebut. Salah satu komentar berbunyi: “Kalau Yesus sudah menanggung semua dosa kalian, berarti kalian bebas dong untuk berbuat dosa?” Ini adalah kekeliruan dalam memahami anugerah Tuhan.
Kristus memberikan nyawa-Nya untuk menebus kita, bukan agar kita bebas berbuat dosa, melainkan agar kita benar-benar dibebaskan dari kuasa dosa. Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 3:2 mengatakan bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya kelak, kita akan menjadi sama seperti Dia dalam karakter. Keserupaan kita dengan karakter Kristus akan disempurnakan ketika kita berada di surga. Di ayat selanjutnya, Firman Tuhan mengatakan: “setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.” Artinya, dalam perjalanan hidup kita di dunia ini, kita perlu menyucikan diri kita terus menerus, sampai nanti kita bertemu dengan Kristus di surga kekal. Inilah panggilan untuk orang-orang yang telah menerima anugerah keselamatan dari Tuhan. Kita menyucikan diri bukan supaya kita diselamatkan, tetapi karena kita telah menerima keselamatan itu. Ketika kita menyucikan diri, bukan berarti kita menjadi sempurna tanpa dosa. Tetapi secara progresif kita mau terus berjuang untuk mengalahkan dosa. Dalam proses penyucian ini, di satu sisi kita perlu bergantung pada anugerah Tuhan. Namun di sisi lain kita juga perlu berjuang sekuat tenaga kita. Yesus memerintahkan agar kita berjaga-jaga dan berdoa (Matius 26:41).
Oleh sebab itu, marilah kita terus berjuang dan memohon kekuatan dari Tuhan agar kita dikuduskan oleh-Nya. Jika kita masih hidup di dalam dosa tertentu, mintalah kekuatan dari Tuhan untuk kita bisa terlepas dari dosa itu. Berjuanglah sekuat tenaga sambil terus mengandalkan Tuhan. Mungkin hasilnya tidak instan. Namun secara progresif kita akan dimampukan untuk menang atas dosa itu.
“Tuhan tidak akan membiarkan anak-anak-Nya berbuat dosa dengan sukses” (Charles Spurgeon)
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apakah anda selama ini memandang anugerah keselamatan sebagai izin untuk hidup semaunya, atau sebagai dorongan untuk hidup semakin serupa dengan Kristus?
2. Dalam area mana anda masih terus bergumul melawan dosa, dan apakah anda sudah sungguh-sungguh berjuang sambil mengandalkan kekuatan dari Tuhan?